Menyetir di malam hari bisa menjadi tantangan besar bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki mata minus atau silinder. Masalah utamanya adalah silau (glare) yang berasal dari lampu kendaraan dari arah berlawanan atau lampu jalan. Efek “bintang” atau cahaya yang pecah ini tidak hanya mengganggu, tapi juga berbahaya. Apa solusinya?
Mengapa Lampu Terlihat Pecah/Silau?
Jika Anda melihat lampu jalan atau lampu mobil seperti memiliki ekor atau pecah menyebar (starburst), kemungkinan besar Anda memiliki astigmatisme (mata silinder) yang belum terkoreksi dengan baik. Selain itu, lensa kacamata yang kotor atau baret juga bisa membiaskan cahaya secara tidak beraturan.

Solusi Kacamata Anti Silau
Untuk kenyamanan berkendara malam hari, ada beberapa fitur lensa yang bisa Anda pilih:
1. Lapisan Anti-Reflective (AR) Berkualitas
Pastikan lensa Anda memiliki lapisan anti-pantul yang baik (biasanya disebut lapisan supersin atau coating hijau/ungu). Lapisan ini mengurangi pantulan cahaya pada permukaan lensa, sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke mata dan mengurangi efek halo.

2. Lensa Bluechromic (Night Driving)
Banyak pengguna melaporkan bahwa lensa bluechromic cukup membantu mengurangi silau lampu LED kendaraan modern yang tajam dan berwarna putih kebiruan, karena fitur anti-radiasinya memfilter spektrum cahaya biru tersebut.

3. Pastikan Ukuran Resep Terkini
Seringkali, silau di malam hari adalah tanda bahwa ukuran minus atau silinder Anda sudah bertambah. Melakukan pemeriksaan mata ulang adalah langkah pertama yang paling bijak.
Lensa Kacamata
Lensa Kacamata
Berkendara Lebih Aman dengan Kacamata Malang
Jangan pertaruhkan keselamatan Anda karena pandangan silau. Datanglah ke Kacamata Malang untuk periksa mata dan dapatkan lensa dengan lapisan anti-silau terbaik.
STORE 1 (Dekat UB & UM)
Jl. Terusan Surabaya No. 20B, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.
Buka Setiap Hari: 08.00 – 22.00 WIB

